Islam Pedoman Hidup: Puitis
Tampilkan postingan dengan label Puitis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puitis. Tampilkan semua postingan

Jumat, 12 Mei 2017

Sungguh Mengherankan…



Orang yang sakit, biasanya pergi ke dokter.. dokter akan memberikan resep obat kepadanya.. lalu dia akan pergi ke apotek untuk membeli obat sesuai resep dokter itu.
Dia akan meminum obat tersebut, meskipun dia tidak tahu bahan-bahan obatnya… meskipun dia tidak paham dasar-dasar ilmiah yang dijadikan dokter untuk memberikan resepnya.
Dia mau minum obat tersebut, dengan rasanya yang pahit.
Dia mau mengikuti aturan pakainya, sesuai takarannya.
Bahkan mungkin saja dia mau bangun dari tidur pulasnya hanya untuk meminumnya.
Semuanya itu dia lakukan, karena merasa yakin kepada dokter, dan berharap sembuh dari sakitnya.
Sungguh sangat mengherankan jika orang yang demikian dalam menyikapi resep dokter.. kemudian saat datang kepadanya dalil berupa firman Allah dan hadits Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam; dia menolaknya, dengan alasan karena belum jelas baginya maslahat atau hikmah dari penerapan dalil tersebut!!
Saudaraku, aku tidak mengajakmu meniadakan akal, karena taklif (beban syariat) sangat berkaitan dengan akal.. sebaliknya, aku mengajakmu untuk berpikir lebih jauh, dan menjaga adab dan akhlak terhadap Allah, Penciptamu.
Janganlah engkau menuduh buruk hukum-hukum syariat yang hikmahnya belum tampak bagimu, atau mungkin saja akalmu belum mampu menjangkaunya.
Saudaraku, paling tidak, yakinlah bahwa Allah jauh lebih menyayangimu melebihi dokter yang engkau percaya dalam resep obatnya.
Yakinlah bahwa Allah tidak akan mengarahkanmu kepada sesuatu, kecuali ada kebaikan padanya untuk duniamu dan akhiratmu.
Jadikanlah hatimu menerima dan lapang terhadap hukum-hukum Allah.. tundukkanlah akalmu kepada syariat-Nya.
Jadikanlah semboyanmu pada apapun yang belum mampu engkau cerna dengan baik dalam syariat ini: kami beriman, bahwa semua itu dari Rabb kami [QS. Ali Imran:7].
[Dari pesan berbahasa arab dengan beberapa penyesuaian]
_______________
Musyaffa’ Ad Dariny, MA,  حفظه الله تعالى
from= http://bbg-alilmu.com/archives/27691
Baca Selengkapnya >>>

Minggu, 05 Februari 2017

Biarlah Lelah, Asalkan Bahagia


Untukmu,
Salihah yang tengah berjuang mempelajari cara membaca Al-Quran dengan baik dan benar.
Untukmu,
Salihah yang tengah berjuang mempelajari bahasa Arab, bahasa Al-Quran.
Untukmu,
Salihah yang tengah berjuang mempelajari kitabullah dan sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.
Bila engkau merasa lelah dan ingin berhenti,
Ketahuilah …
Bahwa mempelajari ilmu agama akan memudahkan jalanmu menuju surga.
وَمَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا، سَهَّلَ اللهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ،
Barang siapa yang meniti suatu jalan untuk mencari ilmu agama, Allah memudahkan untuknya jalan menuju surga. (HR. Muslim, Ahmad, Abu Daud, At-Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ibnu Hibban)
Salihah,
Kalau engkau merasa lelah dan ingin berhenti,
Ketahuilah …
Bahwa mempelajari ilmu agama akan memberimu kebahagiaan,
Sewaktu mulai berjalan,
Saat tengah berjuang,
Dan ketika telah sampai di tujuan.
قُلْ بِفَضْلِ اللَّهِ وَبِرَحْمَتِهِ فَبِذَلِكَ فَلْيَفْرَحُوا هُوَ خَيْرٌ مِمَّا يَجْمَعُونَ
Katakanlah, ‘Dengan karunia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Karunia Allah dan rahmat-Nya itu lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan.’” (QS. Yunus: 58)
Salihah,
Kalau engkau merasa lelah dan ingin berhenti,
Ketahuilah …
Belajar agama itu insyaallah akan membuatmu bahagia,
Meski lambat daya tangkapmu.
Karena kitabullah dan sunnah Rasulullah akan membimbingmu menuju cahaya.
Dengan sebab cahaya itu, bermekaranlah bunga-bunga yang cantik di hatimu.
Coba renungkan, sanggupkah bunga bermekaran tanpa cahaya?
يَهْدِي اللَّهُ لِنُورِهِ مَن يَشَاءُ
Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang dia kehendaki.” (QS. An-Nur: 35)
Salihah,
Kalau engkau merasa lelah dan ingin berhenti,
Ketahuilah …
Banyak orang yang kebingungan mencari, “Di mana kebahagiaan itu bersembunyi?”
Di depan Patung Merlion?
Di puncak Menara Eiffel?
Di ruang-ruang rahasia Piramid Fir’aun?
Di etalase sepanjang kota New York?
Atau …
Di balik blazer dan setelan kerja?
Di warna menyala lipstik berkelas?
Di atas sofa dalam rumah yang megah?
Di tiap jepretan kamera ala selebriti?
Akan tetapi,
Ternyata bukan di sana kebahagiaan itu berdiam.
Kebahagiaan itu
Ada di …
Taman-taman surga.
Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِذَا مَرَرْتُمْ بِرِيَاضِ الْـجَنَّةِ فَارْتَعُوْا، قَالُوْا: يَا رَسُوْلَ اللهِ مَا رِيَاضُ الْـجَنَّةِ؟ قَالَ: حِلَقُ الذِّكْرِ.
Apabila kalian berjalan melewati taman-taman surga, perbanyaklah berzikir.Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah yang dimaksud taman-taman surga itu?Beliau menjawab, “Yaitu halaqah-halaqah zikir (majelis ilmu agama). (HR. At-Tirmidzi dan Ahmad)

Disusun oleh: Redaksi WanitaSalihah.Com
Artikel WanitaSalihah.Com
From=http://wanitasalihah.com/biarlah-lelah/
Baca Selengkapnya >>>

Senin, 16 Januari 2017

Niscaya Cahaya Itu Menerangi Kehidupanmu…


Bismillah
Akhi ukhti..,
Tatkala dirimu mulai bisa melangkah
Tatkala akalmu mulai bisa memilih
Tatkala kedua matamu mulai bisa memandang
Tatkala itu engkau membutuhkan bimbingan
agar engkau tidak salah melangkah
agar dirimu tidak asal memilih
agar pandanganmu tidak tersesat
Dan Allah yang menciptakan langit tujuh lapis
Menjadikan bumi sebagai hamparan untuk tempat tinggal
menancapkan gunung-gunung sebagai pasak bumi
Menyinari dunia dengan mentari di siang hari
Menghiasi langit dengan bintang-bintang yang bertaburan dan rembulan
Menjamin rizkimu dan ikan-ikan di Lautan serta semua yang hidup
Dia telah menurunkan petunjuk sebagai pedoman hidupmu
Dia telah menurunkan Qur’an untuk membimbing perjalanan di muka bumi ini
Dia telah menjelaskan seluruh yang kau butuhkan dalam kehidupan ini
Allah Jalla wa ‘Ala juga berfirman,
وَنَزَّلْنَا عَلَيْكَ الْكِتَابَ تِبْيَانًا لِّكُلِّ شَيْءٍ وَهُدًى وَرَحْمَةً وَبُشْرَىٰ لِلْمُسْلِمِينَ
“Dan Kami turunkan Al–Kitab (Al–Qur’an) kepadamu untuk menjelaskan segala sesuatu, sebagai petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi orang yang berserah diri (muslim). (QS. An-Nahl: 89).
Allah menurunkan al-Qur’an sebagai:
Cahaya yang tidak pernah redup pelitanya
Jalan lurus nun terang benderang dan tidak tersesat siapa saja yang menitinya
Bahan Bakar keimanan
Motor amal kebajikan
Sumber ilmu dan pengetahuan
Lautan yang tidak bertepi
Kasih-sayang untuk alam semesta
Obat segala penyakit
Tali Allah yang Kokoh
Wadah untuk persatuan
Pelajaran yang bijaksana
Petunjuk yang benar.
Allah turunkan al-Quran dengan kebenaran dan membawa kebenaran
Allah turun ke dalam Hati Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam
Andai Allah turunkan al-Qur’an kepada gunung niscaya gunung itu akan hancur berkeping-keping
ﻟَﻮْ ﺃَﻧﺰَﻟْﻨَﺎ ﻫَٰﺬَﺍ ﺍﻟْﻘُﺮْﺁﻥَ ﻋَﻠَﻰٰ ﺟَﺒَﻞٍ ﻟَّﺮَﺃَﻳْﺘَﻪُ ﺧَﺎﺷِﻌًﺎ ﻣُّﺘَﺼَﺪِّﻋًﺎ ﻣِّﻦْ ﺧَﺸْﻴَﺔِ ﺍﻟﻠَّﻪِ
Kalau sekiranya Kami menurunkan al-Qur’an ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan takut kepada Allah. (al Hasyr: 21)
Barang siapa mengamalkannya maka ia diberi pahala
Barang siapa berhukum dengannya, maka Ia berlaku adil
Barang siapa menyeru kepadanya maka ia ditunjukkan kepada jalan yang lurus.
Dengannya Allah meninggikan derajat beberapa kaum dan merendahkan yang lainnya.
Sungguh sangat menyedihkan tatkala orang-orang islam tersesat padahal jalan lurus ada di hadapan mereka
Sungguh memalukan seorang muslim yang mencari kebenaran lewat buku filsafat sedangkan penulis buku itu hidup di dalam kebingungan
Sungguh keterlaluan seorang muslim yang tenggelam di dalam kumbangan kesesatan sedang tali Allah yang kuat menjulur kepadanya
Sungguh kasihan orang-orang yang membuat hukum, kemudian merivisinya, kemudian mengangantinya, dan terus bertahun-tahun hidup dalam hukum yang tidak menentu, sedangkan hukum Allah ada di depan mereka
Bak tikus mati kelaparan di lumbung padi.
Allah seringkali mengingatkan kita dengan hal ini, namun kebanyakan manusia lalai…
Allah berfirman tentang aduan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam,
{وَقَالَ الرَّسُولُ يَا رَبِّ إِنَّ قَوْمِي اتَّخَذُوا هَذَا الْقُرْآنَ مَهْجُوراً}
Berkatalah Rasul: “Wahai Rabbku, sesungguhnya kaumku menjadikan Al Qur’an ini suatu yang tidak diacuhkan”. QS. Al Furqan: 30.
Bukalah Qur’anmu, bacalah:
QS. Al Baqarah: 1-2./ 23-24/ 185
QS. Ali Imran: 1-4
QS. An Nisa’: 82
QS. An An’am: 19
QS. Al A’raf: 1-3/ 204
QS. Yunus : 1-2/ 15/ 37
QS. Hud: 1/13
QS. Yusuf : 1-3
QS. Ar Ra’d; 1/31
QS. Ibrahim; 1
QS. Al Hijr: 1/ 87
QS. Al Isra: 9/ 45-46/ 82/ 88/ 105-106
QS.Al Kahf : 1-4
QS. Thaha : 1-4/ 113
QS. An Nur: 1
QS. Al Furqan: 1/30
QS. Asy Syu’ara’: 1-6
QS. An Naml: 1-6
QS. Al Qashash: 1-3/ 92
QS. Ar Rum: 58
QS. Luqman: 1-5
QS. As Sajdah: 1-3
QS. Yasin: 1-7/ 69
QS. Shaad: 1-2
QS. Az Zumar : 1-2
QS. Ghafir: 1-4
QS.Fhussilat: 1-4/26
QS. Asy SYuro : 1-3
QS. Az zukhruf: 1-5/ 31-32
QS. Ad Duhkhan 1-6
QS.Al Jatsiyah: 1-2
QS. Al Ahqaf: 1-2/ 29
QS. Qaf: 1-2/45
QS. Al Qamar; 17
QS. Ar Rahman: 1-3
QS. Al Waaqi’ah: 77-81
QS. Al Hasyr: 21
QS. Al Jin: 1-2
QS. Al Muzzamil: 4/20
QS. Al Insan: 23/24
QS. Al Insyiqaq: 20-23
Bacalah dan renungkanlah
Niscaya cahaya itu menerangi kehidupanmu…
_____________
Syafiq Riza Basalamah, حفظه الله تعالى
from=http://bbg-alilmu.com/archives/25151
Baca Selengkapnya >>>

Rabu, 07 September 2016

Bermudah-mudahan Berhutang Akan Mudah Menghasilkan Dosa Selanjutnya


Saudaraku Ingatlah
Hutang adalah darurat
Pintu terakhir yang terpaksa diketuk
Janganlah bermudah-mudahan berhutang
Lahirlah dosa selanjutnya
Niat jelek tidak akan bayar
Niat bayar tidak tepat waktu
“Pekan depan” katanya
Tapi hati berbohong
Dosa selanjutnya
Merusak hangatnya persaudaraan
Karena rasa saling curiga
Memutus silaturahmi
Karena malas berjumpa
Bahkan lari dari tagihan
Dosa selanjutnya
Pastilah pinjaman riba bank
Hidup di atas hutang
Belum lagi ancaman dosa riba
Sangat mengerikan
Saudaraku
bukankah hidup sederhana
Qanaah apa adanya
Lebih tenang dan bahagia
Daripada pura-pura kaya
Dengan hutang?
Seseorang bisa terhina
Karena hutang
Umar bin Abdul Aziz berkata,
ﻭﺃﻭﺻﻴﻜﻢ ﺃﻥ ﻻ ﺗُﺪﺍﻳﻨﻮﺍ ﻭﻟﻮ ﻟﺒﺴﺘﻢ ﺍﻟﻌﺒﺎﺀ ﻓﺈﻥ ﺍﻟﺪّﻳﻦ ﺫُﻝُّ ﺑﺎﻟﻨﻬﺎﺭ ﻭﻫﻢ ﺑﺎﻟﻠﻴﻞ، ﻓﺪﻋﻮﻩ ﺗﺴﻠﻢ ﻟﻜﻢ ﺃﻗﺪﺍﺭﻛﻢ ﻭﺃﻋﺮﺍﺿﻜﻢ ﻭﺗﺒﻖ ﻟﻜﻢ ﺍﻟﺤﺮﻣﺔ ﻓﻲ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﻣﺎ ﺑﻘﻴﺘﻢ
“Aku wasiatkan kepada kalian agar tidak berhutang, meskipun kalian merasakan kesulitan, karena sesungguhnya hutang adalah kehinaan di siang hari kesengsaraan di malam hari, tinggalkanlah ia, niscaya martabat dan harga diri kalian akan selamat, dan masih tersisa kemuliaan bagi kalian di tengah- tengah manusia selama kalian hidup.”
[Umar bin Abdul Aziz Ma’alim Al Ishlah wa At Tajdid, 2/71]
@Desa Pungka, Sumbawa Besar
Penyusun: Raehanul Bahraen
Artikel www.muslimafiyah.com
Baca Selengkapnya >>>

Jumat, 02 September 2016

Jangan Salah Fokus


Setelah ngaji jadi
Lebih ramah [1]
Lebih banyak amal
Bermanfaat bagi manusia [2]
BUKAN
Lebih sering debat & [3]
Lebih Sangar
Setelah berjilbab
Lebih menjaga diri [4]
BUKAN
Perbanyak model jilbab [5]
Catatan kaki:
[1] Seorang muslim ramah, murah senyum dan optimis serta menularkan optimis pada yang lain
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
لَا تَحْقِرَنَّ مِنَ الْمَعْرُوفِ شَيْئًا، وَلَوْ أَنْ تَلْقَى أَخَاكَ بِوَجْهٍ طَلْقٍ
“Janganlah engkau remehkan suatu kebajikan sedikitpun, walaupun engkau bertemu dengan saudaramu dengan wajah yang ceria/bermanis muka”. (HR. Muslim no. 2626)
[2] Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
ﺧَﻴْﺮُ ﺍﻟﻨَّﺎﺱِ ﺃَﻧْﻔَﻌُﻬُﻢْ ﻟِﻠﻨَّﺎﺱِ
“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia.” (Shahihul Jami’ no. 3289).
[3] Seorang Muslim berusaha  memberi manfaat bagi manusia, baik harta, tenaga maupun pikiran
Nabi Sulaiman ‘alaihis salam berkata kepada anaknya,
يَا بُنَيَّ، إِيَّاكَ وَالْمِرَاءَ، فَإِنَّ نَفْعَهُ قَلِيلٌ، وَهُوَ يُهِيجُ الْعَدَاوَةَ بَيْنَ الْإِخْوَانِ
 “Wahai anakku, tinggalkanlah mira’ (jidal, mendebat karena ragu-ragu dan menentang) itu, karena manfaatnya sedikit. Dan ia membangkitkan permusuhan di antara orang-orang yang bersaudara.” (Syu’abul Iman: 8076 Al-Baihaqi, cetakan pertama, Darul Rusdi Riyadh, Asy-syamilah)
[4] “Yang terjaga itu untuk yang menjaga” itulah ciri khas wanita muslimah yaitu memiliki rasa malu dan menjaga diri
[5] Karena fungsi jilbab itu untuk menjaga kehormatan wanita, bukan menjadi perhiasan wanita
Allah berfirman,
ﻳَﺎ ﺃَﻳُّﻬَﺎ ﺍﻟﻨَّﺒِﻲُّ ﻗُﻞْ ﻷﺯْﻭَﺍﺟِﻚَ ﻭَﺑَﻨَﺎﺗِﻚَ ﻭَﻧِﺴَﺎﺀِ ﺍﻟْﻤُﺆْﻣِﻨِﻴﻦَ ﻳُﺪْﻧِﻴﻦَ ﻋَﻠَﻴْﻬِﻦَّ ﻣِﻦْ ﺟَﻼﺑِﻴﺒِﻬِﻦَّ ﺫَﻟِﻚَ ﺃَﺩْﻧَﻰ ﺃَﻥْ ﻳُﻌْﺮَﻓْﻦَ ﻓَﻼ ﻳُﺆْﺫَﻳْﻦَ ﻭَﻛَﺎﻥَ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻏَﻔُﻮﺭًﺍ ﺭَﺣِﻴﻤًﺎ
“Hai Nabi, Katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya  ke seluruh tubuh mereka.” yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka TIDAK DIGANGGU. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al Ahzab: 59)
@Desa Pungka, Sumbawa Besar
Penyusun: Raehanul Bahraen
artikel www.muslimafiyah.com
Baca Selengkapnya >>>

Islam Sesuai Selera

*💡🔻Islam*) Sesuai Selera🔻💡*

          ----------------------------------------

🔴 Andaikata Islam disesuaikan selera..
    Maka…
    _Yg ini pilih disesuaikan akal…_
    _Yg ini ingin sesuai adat, suku, bangsa & negara…_
    _Yg ini mau hukum…_
    _Yg ini cocok dengan hawa nafsu…_
     _Yg ini gimana kata guru..._

Padahal akal berbeda-beda…
Adat, suku, bangsa, negara... juga berbeda-beda…
Hukum dan Nafsu juga berbeda-beda…
✅ Guru juga berbeda-beda

Harus _*mana dan siapa*_ yg layak diikuti…???
🔴 Islam akan berjuta-juta macam… MENGERIKAN !!!

Padahal Islam telah sempurna, Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:
  • Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu Jadi agama bagimu.” (Al-Maaidah: 3)
  • Maka tidaklah patut bagi laki-laki mukmin dan perempuan mukminah, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu keputusan, akan ada bagi mereka pilihan lain tentang urusan mereka. Dan barang siapa yang mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sesungguhnya dia telah tersesat dengan kesesatan yang nyata.” (al-Ahzab: 36)
  • Apa yang diberikan Rasul kepadamu, maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah amat keras hukumannya. (al Hasyr: 7]
  • Karena orang yang hidup diantara kalian sesudahku nanti, dia akan menyaksikan perselisihan yang sangat banyak sekali. Maka wajib bagi kalian berpegang teguh dengan SUNNAHKU dan SUNNAH KHULAFA’ROSYIDIN setelahku, gigitlah sunahku dengan gigi geraham [HR. Abu Dawud dan Tirmidzi

Anda pilih Islam yang mana?
Semoga Allah menunjukkan kita jalan yang lurus.. Aamiin…

*) ISLAM=KEBENARAN
_______________________
Hamba Allah, Yang Hina Dina
Yg Mengharapkan Petunjuk dan Rahmat Allah

Sabtu, 30 Dzulqaidah 1437 H

Jum’at, 2 November 2016 M.
Baca Selengkapnya >>>

Minggu, 14 Agustus 2016

Amanat Bapak Untuk Anak-anaknya...

Wahai anak-anakku
Ayahmu mohon padamu dengan sangat
Untuk melakukan sesuatu..
- Jangan dengarkan perkataan ayahmu
- Juga abaikan apa yang ayahmu kabarkan
- Serta jangan kau taati ayahmu

Bila..
Ayahmu mengajarkan sesuatu
Atau memberitakan sesuatu
Atau menyuruh sesuatu
Yang bertentangan dengan kebenaran

Dan apalah arti kebenenaran bila...
Bertentangan dengan Al Qur'an dan Sunnah
Sesuai pemahaman para salafus sholeh???

Dan bagaimana kamu akan tahu kebenaran hakiki
Bila kamu tidak pernah belajar Islam?

Anakku.. jangan kau tiru ayahmu
Yang telah menghabiskan waktu
Untuk banyak hal yang tidak perlu

Maka bersungguh-sungguhlah kamu
Mencari ilmu yang bermanfaat bagimu
Dan bersungguh-sungguhlah kamu
Beramal dengannya...

Ayahmu berharap pahala terus mengalir
Dengan mempunyai anak keturunan yang soleh dan solehah.
Semoga kelak kita bersua kembali
Di Surga Jannatun na'im
Aamiin

----------------------------------
Hamba Yang Hina Dina
Yg Mengharapkan Petunjuk dan Rahmat Allah
Baca Selengkapnya >>>

Mencari Sebab dan Alasan

Ketika aku hendak makan …
Ibuku berkata.. "Jangan dimakan! Bahaya!!  Ada racunnya!!!"
Tapi ayahku berkata "Makanlah! Itu bagus untuk kesehatan!"
Siapa yang benar?

Apakah keduanya benar?
Atau salah satu benar?
Atau dua-duanya salah?
Tindakan apa yang harus dilakukan?

Haruskah kupilih pendapat ibu yang telah melahirkan?
Atau kupilih pendapat ayah yang telah memberi nafkah?
Atau tidak mengikuti pendapat keduanya?
Atau kedua pendapat itu benar?

Orang berakal akan mencari tahu penyebabnya
Tanpa membela membabi buta
Tanpa  memandang itu pendapat siapa

Mencari SEBAB dan ALASAN kenapa ini "boleh" dan kenapa itu "tidak boleh"?

Hamba Yang Hina Dina
Yg Mengharapkan Petunjuk dan Rahmat Allah
Baca Selengkapnya >>>

Sabtu, 06 Agustus 2016

Menyalahkan Takdir

Terlahir sebagai lelaki atau wanita, itu takdir!
Terlahir di tempat dan tahun tertentu, itu takdir!
Tak usah risau dengan hal ini!
Karena kita TIDAK PUNYA PILIHAN!

Beribadah akan datangkan pahala!
Maksiat akan datangkan dosa!
Dan bagi kita, ada peluang UNTUK MEMILIH antara pahala atau dosa!
Benarkah bila kita bermaksiat dikatakan "Telah Takdir"?
Padahal ada takdir untuk memilih meninggalkannya?

Dua ditambah dua hasilnya empat..
Mandi hasilnya basah..
Bergerak hasilnya pindah tempat..
Malas belajar hasilnya bodoh..
Rajin belajar hasilnya pintar…
Ini sunatulloh! Dan juga Takdir!

Bagi kita, harusnya Meyakini…
Ada "Takdir Baik" dan "Takdir Buruk"
Tapi tidak boleh MENYALAHKAN Takdir…
Kita harus berusaha meninggalkan dosa mencari pahala
Merubah arah dari "Takdir Berbuat Maksiat" ke "Takdir Berbuat Ta'at!"

Wallahu'allam…

____________________________

Hamba Yang Hina Dina
Yg Mengharapkan Petunjuk dan Rahmat Allah
Sabtu, 3 Dzulqaidah 1437 H (6 Agustus 2016)
Baca Selengkapnya >>>

Minggu, 31 Juli 2016

Catatan Pinggir…

Tak ada seorangpun dalam hidup ini melainkan pernah merasakan pahitnya ujian hidup. Bahkan para nabi sekalipun. Karena kita tinggal diatas bumi yang sama, tempat yang memang disiapkan untuk menjalani ujian.

Berterima kasihlah pada siapa saja yang telah memberimu maaf sebelum engkau memintanya.

Berterima kasihlah pada mereka yang berhasil mengerti keadaanmu sebelum engkau menjelaskannya.

Berterima kasihlah pada mereka yang telah mencintaimu dengan segala kekurangan yang engkau miliki.

Jangan lupa mendo’akan kema’afan untuk orang-orang yang telah menyakitimu dalam diam. Yang selalu menebar fitnah dan permusuhan agar orang lain membencimu.

Satu hal yang harus engkau ingat, bahwa penafsiran orang lain tentang dirimu takkan memberi pengaruh apapun tentang siapa dirimu disisi Allah.

Pujian manusia itu semu.
Bila mereka cinta, mereka akan menghiasi dirimu dengan sejuta sanjungan. Namun bila mereka benci, mereka akan membuatmu lebih buruk dari apa yang ada dalam benakmu.

Lelah dan selalu berujung sepi, itulah akhir kisah dari mereka yang menjadikan ridho manusia sebagai obsesi hidupnya.

____________
Madinah 13-07-1437 H
29 Jul 2016
ACT El-Gharantaly,  حفظه الله تعالى
Baca Selengkapnya >>>

Faqih Itu…

آثار وفوائد سلفية:
قال التابعي الإمام الحسن البصري :
Berkata Tabiin imam Al Hasan Al Bashri:
إنما الفقيه : 
Sesungguhnya faqih itu adalah
الزاهد في الدنيا
orang yang zuhud di dunia.
الراغب في الآخرة
berharap akherat
البصير بأمر دينه
berilmu tentang urusan agamanya
المداوم على عبادة ربه
selalu beribadah kepada Rabbnya
[ مسند الدارمي ٣٠٢ ]
Badru Salam,  حفظه الله تعالى 



Baca Selengkapnya >>>

Berawal dari Mata: Renungan tentang Harta, Popularitas, dan Kecantikan


وَاصْبِرْ نَفْسَكَ مَعَ الَّذِينَ يَدْعُونَ رَبَّهُم بِالْغَدَاةِ وَالْعَشِيِّ يُرِيدُونَ وَجْهَهُ
وَلَا تَعْدُ عَيْنَاكَ عَنْهُمْ تُرِيدُ زِينَةَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا
وَلَا تُطِعْ مَنْ أَغْفَلْنَا قَلْبَهُ عَن ذِكْرِنَا وَاتَّبَعَ هَوَاهُ
وَكَانَ أَمْرُهُ فُرُطاً
Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka  mengharapkan perhiasan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas. (QS. Al-Kahfi: 28)

Allah memerintahkan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam dan umatnya agar tetap bersabar bersama kaum mukminin yang giat beribadah dan senantiasa kembali kepada Allah.
Ada satu hal yang menarik dalam ayat di atas, yaitu firman Allah, “Jangan sampai KEDUA MATAMU berpaling dari mereka ….”
Demikianlah kedua mata ini; bisa membawa bahagia, namun juga … bisa membuat sengsara.
Apa gerangan yang membuat orang lalai dari Tuhannya?
Hampir seluruh waktunya habis untuk mengumpulkan harta.
Setelah itu, menghambur-hamburkannya,
Dan tak berhenti membandingkan diri dengan orang lain.

Sehingga …
Terpecutlah dia untuk mengungguli.
Tujuan hidupnya sebatas …
Lebih kaya daripada si A,
Lebih stylish daripada si B,
Lebih tenar daripada si C,
Lebih disanjung daripada si D.
Salah satu sebab kelalaian itu adalah …
Pandangan mata.

Dari mata turun ke hati.
Hatinya berpusar hanya di situ-situ saja:
Harta,
Popularitas,
Dan … kecantikan.

Kedua mata itu tak digunakannya untuk …
Membaca Al-Quran,
Melihat megahnya bumi Allah,
Mengambil ibrah dari peristiwa keseharian.

Aduhai,
Semoga kita termasuk orang yang bahagia dan selamat.
Semoga Allah berikan kesejukan di kedua mata kita.
Agar hati bersemi,
Bersama rasa syukur,
Sikap sabar, dan
Sifat qana’ah.
**
Penyusun: Athirah Mustadjab (Ummu Asiyah)

Artikel WanitaSalihah.Com
Baca Selengkapnya >>>

Jumat, 29 Juli 2016

Kutinggalkan Pendapat Siapapun Bila Tanpa Dasar & Kudengar Pendapat siapapun Bila Punya Dasar




Dahulu waktu belajar pada beberapa guru..
"Dapat pelajaran" bahwa ada sekelompok "MEREKA" yang sesat
Dan kelompok "KITA" adalah yang benar (baca: Ahlus Sunnah)
Meskipun dengan penjelasan yang tidak jelas...
Faham itu kuanut bertahun-tahun.

Suatu ketika ada orang yg memberiku beberapa buku,
Karena kutahu adalah produk MEREKA
Maka buku itu kuberikan lagi...
Pada orang lain yg sepaham dengan MEREKA
Karena aku "khawatir tersesat" bila baca buku MEREKA!!

Selama beberapa waktu..
Buku yang kubeli dan kubaca hanya karya kelompok KITA
Sampai pada suatu ketika...
Tak sengaja "terbeli dan terbaca" buku produk MEREKA
Subhanalllah... Apa gerangan yang salah pada MEREKA??

Kemudian yang tadinya aku selalu "percaya" pada KITA
Mulai rubah cara... kubeli dan kubaca buku-buku MEREKA
Dan terjadilah kekacauan di kepala!!! Karena...
Ternyata yang disebut MEREKA itu banyak tak terkira...
Ada MEREKA SATU, Mereka DUA, TIGA.... etc

Sehingga menjadikanku ragu
Benarkah yang DIANUT oleh "AKU", "KITA" dan "MEREKA-MEREKA"?
Padahal kutahu, "Kebenaran Hanya Satu"
Selainnya berpotensi keliru...
Berlarut-larut pemikiran itu memakan waktu...

Jika kebenaran hanya ada pada orang tua kita, Guru kita, kita... kita.. kita...!!!
Sesatkah orang tua mereka, guru mereka.. mereka.. mereka... mereka ???
Jika kebenaran hanya salah satu dari Persis, Muhammadiyah, NU atau organisasi apapun..
Sesatkah muslim yang bukan kelompoknya?
Sesatkah muslim di Negara lain ??

Beberapa lama akhirnya keraguan berlalu...
Aku tidak mau dijerat Fanatik buta..
Meskipun dengan ilmu yang sangat-sangat terbatas..
Akan dicoba untuk Mendengar, Membaca dan Mempelajari "Berbagai Pendapat" dari siapapun!!
Selama ada Hujjah, Bukti dan Dalil

Yaa Allah, Tunjukilah hambamu ini,,, Ke Jalan Lurus yang Engkau Ridhoi...
Begitu pula pada Anak-anakku, isteriku, keluargaku dan sahabat-sahabatku... Aamiin..


Hamba Yang Hina Dina
Yg Mengharapkan Petunjuk dan Rahmat Allah

Baca Selengkapnya >>>

Selasa, 07 Juni 2016

Pujian Dan Celaan Tidak Akan Merubah Hakekat Dirimu Di Hadapan Allah…

Untuk apa engkau ujub dan bangga dengan pujian manusia
Apakah pujian tersebut akan merubah hakekatmu.?
Sedikitpun tidak akan mengangkat derajatmu di sisi Allah., jika memang engkau rendah di sisi Allah
Buat apa pula engkau terlalu bersedih dengan celaan karena penilaian manusia? Toh celaan tersebut tak akan merendahkanmu di sisi Allah jika memang engkau mulia di sisi-Nya

Carilah keridoan Allah
jangan pernah mencari keridoan manusia
Bagaimanapun engkau dipuji orang pasti ada orang lain yang mencelamu  
Bagaimanapun engkau dicela pasti ada saja yang sayang dan memujimu

Ingatlah perkataan Imam Asy-Syafii rahimahullah
رضا الناس غاية لا تدرك
Keridoan manusia adalah tujuan yang tidak akan pernah tercapai
______________
Firanda Andirja, حفظه الله تعالى



Baca Selengkapnya >>>

Senin, 12 Oktober 2015

Islam Tidak Disetir Selera Anda


ISLAM agama yang MUDAH akan tetapi bukan agama yang dimudah-mudahkan.
Karenanya…
Islam tidak suka kekerasan ‘ala kaum Khawarij…
Islam menolak tata cara ibadah yang berlebih-lebihan dan sulit ‘ala kaum ekstrim sufi…
yang memperburuk citra Islam di mata dunia.

Akan tetapi….
Islam juga menolak fleksibilitas kaum liberal yang “tanpa batas dan kendali”
yang menghilangkan keislaman Islam…,
Islam juga anti sekularisme yang ingin membuang Islam dari aspk-aspek dunia

ISLAM agama yang sesuai akal sehat….
akan tetapi bukan agama yang diakal-akalin…
atau ditolak karena akal seorang yang merasa berakal
akan tetapi pada hakekatnya tidak berakal…

ISLAM agama yang menenangkan perasaan pemeluknya…
akan tetapi Islam tidak disetir oleh perasaan seseorang….,
perasaan seorang sufi…
perasaan seorang penyanyi dan artis…,
perasaan seorang seniman…

ISLAM yang benar adalah Islam yang sesuai dengan kehendak Allah dan RasulNya.
Al-Imam Asy-Syafii rahimahullah berkata :
آمَنْتُ بِاللهِ وَبِمَا جَاءَ عَنِ اللهِ، عَلَى مُرَادِ اللهِ، وَآمَنْتُ بِرَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وبِما جَاءَ عَنْ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، عَلَى مُرَادِ رَسُول اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
“Aku beriman kepada Allah dan apa yang datang dari Allah sesuai dengan kehendak Allah, dan aku beriman kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan apa yang dibawa oleh beliau sesuai dengan kehendak Rasulullah sallallahu ‘alaihi wa sallam”
Karenanya terimalah dan jalankanlah Islam sesuai atau tidak sesuai selera anda
(Ust Firanda Andirja)

from=https://ibnaun.wordpress.com/2012/10/11/islam-tidak-disetir-selera-anda/
Baca Selengkapnya >>>