Teman Ahok Kafir?
Apa teman ahok sudah kafir? Sy igin bertaubat…mohon dibantu… barangkali manfaat utk para teman-teman yang lain..
Jawab:
Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, wa ba’du,
Apakah orang yang memihak kepada orang kafir, dia jadi kafir?
Ada
banyak ayat dalam al-Quran yang melarang kaum muslimin memihak kepada
non muslim. Dan ini bagian dari prinsip yang diajarkan Nabi Ibrahim ‘alaihis salam,
قَدْ
كَانَتْ لَكُمْ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ فِي إِبْرَاهِيمَ وَالَّذِينَ مَعَهُ
إِذْ قَالُوا لِقَوْمِهِمْ إِنَّا بُرَآَءُ مِنْكُمْ وَمِمَّا تَعْبُدُونَ
مِنْ دُونِ اللَّهِ كَفَرْنَا بِكُمْ وَبَدَا بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمُ
الْعَدَاوَةُ وَالْبَغْضَاءُ أَبَدًا حَتَّى تُؤْمِنُوا بِاللَّهِ وَحْدَهُ
Sungguh
telah ada suri tauladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang-orang
yang bersama dengan dia; ketika mereka berkata kepada kaum mereka:
“Sesungguhnya kami berlepas diri daripada kamu dari daripada apa yang
kamu sembah selain Allah, kami ingkari (kekafiran)mu dan telah nyata
antara kami dan kamu permusuhan dan kebencian buat selama-lamanya sampai
kamu beriman kepada Allah saja. (QS. al-Mumtahanah: 4)
Diantara ayat yang menegaskan larangan memilih pemimpin yang kafir adalah surat al-Maidah ayat 51. Allah berfirman,
يَا
أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى
أَوْلِيَاءَ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ وَمَنْ يَتَوَلَّهُمْ مِنْكُمْ
فَإِنَّهُ مِنْهُمْ
Hai orang-orang yang beriman, janganlah
kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi
pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian
yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin,
maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka… (QS. al-Maidah: 51)
Anda bisa perhatikan di bagian akhir surat ini,
“Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka…” golongan mereka artinya golongan yahudi dan nasrani.
Karena itulah, sahabat Hudzaifah radhiyallahu ‘anhu pernah mengatakan,
ليتق أحدكم أن يكون يهوديا أو نصرانيا وهو لا يشعر
“Hendaknya kalian khawatir jangan sampai menjadi yahudi atau nasrani, sementara dia tidak merasa.”
Kemudian Hudzaifah membaca ayat di atas, al-Maidah: 51.
Dalam riwayat lain, ulama Tabi’in, Muhammad bin Sirin pernah mendengar pernyataan Abdullah bin Uthbah,
ليتق أحدكم أن يكون يهوديا أو نصرانيا وهو لا يشعر
“Hendaknya kalian khawatir jangan sampai menjadi yahudi atau nasrani, sementara dia tidak merasa.”
Kata Ibnu Sirin,
“Kami menyangka bahwa yang beliau maksud adalah ayat ini.” (Tuhfatul Ikhwan, hlm. 6)
Tafsir
semacam ini yang diikuti para ulama generasi setelahnya. Diantaranya
al-Qurthubi, ketika beliau menjelaskan al-Maidah: 51,
أي من يعاضدهم ويناصرهم على المسلمين فحكمه حكمهم ، في الكفر والجزاء وهذا الحكم باق إلى يوم القيامة
Arti
dari ayat ini, bahwa orang yang mendukung orang kafir, dan menolong
mereka untuk mengalahkan kaum muslimin, maka hukum pendukung ini sama
dengan mereka (orang kafir). Sama dalam kekufuran dan basalan {?=dass}. Dan hukum
ini berlaku sampai kiamat. (Tafsir al-Qurthubi, 6/217)
Ayat lain, yang memberikan ancaman keras bagi pendukung orang kafir adalah firman Allah,
لَا
يَتَّخِذِ الْمُؤْمِنُونَ الْكَافِرِينَ أَوْلِيَاءَ مِنْ دُونِ
الْمُؤْمِنِينَ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَلِكَ فَلَيْسَ مِنَ اللَّهِ فِي شَيْءٍ
“Janganlah
orang-orang mukmin mengambil orang-orang kafir menjadi wali dengan
meninggalkan orang-orang mukmin. Barang siapa berbuat demikian, niscaya
lepaslah ia dari pertolongan Allah.” (QS. Ali Imran: 28)
Imam mufassir, at-Thabari menjelaskan ayat ini,
يعني فقد بريء من الله ، وبريء الله منه ، بارتداده عن دينه ودخوله في الكفر
Artinya,
dia telah berlepas diri dari Allah, dan Allah berlepas diri darinya,
karena dia murtad dari agamanya dan masuk ke agama kekufuran.
Teman
Ahok tidak sebatas teman. Mereka yang menghasung Ahok untuk menjadi
pemimpin, mendukungnya, mengkampanyekannya, bahkan memuliakannya, dst.
Kami
tidak menilai status teman Ahok… apakah sampai kafir? tapi anda bisa
menilai dengan menyimpulkan beberapa dalil dan menjelasan ulama terhadap
dalil.
Setidaknya mereka melakukan kemunafikan. Munafik, karena
khianat terhadap ajaran agamanya. Sikap dan perilaku jahat kaum munafik
– yang secara lahir mengaku beriman, tetapi batinnya mencintai
kekufuran – bahkan diabadikan dalam satu surat khusus, yaitu Surat
al-Munafiqun (surat ke-63). Mereka dikenal sebagai pendusta, mengaku-aku
iman padahal selalu memusuhi kaum Muslimin dan membela orang kafir.
Kadang
mereka tak segan bersumpah-sumpah agar bisa dipercaya. Padahal, mereka
selalu berusaha menghalagi manusia untuk mendekat kepada Allah. Juga,
tak jarang penampilan lahiriah kaum munafik itu sangat memukau;
ucapan-ucapan mereka pun banyak didengar orang. Mereka bisa
berpenampilan seperti profesor ahli tafsir, atau pemuka ormas besar,
atau mengaku pakar agama. (QS. al-Munafiqun:1-5).
Dalam
peristiwa semacam ini, anda sudah bisa menebak arah gerakannya. Mereka
akan selalu menjadi garda depan pembela gubernur kafir itu. Mereka
sangat berharap, agar yang menang adalah gubernur kafir.
Anda baca ayat ini:
بَشِّرِ
الْمُنَافِقِينَ بِأَنَّ لَهُمْ عَذَابًا أَلِيمًا . الَّذِينَ
يَتَّخِذُونَ الْكَافِرِينَ أَوْلِيَاءَ مِنْ دُونِ الْمُؤْمِنِينَ
أَيَبْتَغُونَ عِنْدَهُمُ الْعِزَّةَ فَإِنَّ الْعِزَّةَ لِلَّهِ جَمِيعًا
“Kabarkanlah
kepada orang-orang munafik bahwa mereka akan mendapat siksaan yang
pedih, (yaitu) orang-orang yang mengambil orang-orang kafir menjadi
teman-teman dan penolong dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Apakah
mereka mencari kemenangan di sisi orang kafir itu? maka sesungguhnya
semua kemenangan kepunyaan Allah. (QS. an-Nisa’: 138 – 139)
Orang
muslim yang menjadi teman ahok, para pendukung ahok, berpihak pada
ahok, mengharapkan kemenangan bagi orang kafir, dan itu tanda
kemunafikan.
Allahu a’lam.